Foto Keluarga dari samping
Rabu, 16 Oktober 2013
Eyang Soekarnen Kertoredjo, Eyang kami
Kamis, 10 Oktober 2013
STMA /SMTI Sekolah Yang Didirikan Eyang Soekarnen
|
Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan
kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, maka akibat Clash yang pertama dengan
pemerintah Kolonia Belanda, Pemerintah Pusat Republik Indonesia pindah
kedudukan dari Jakarta ke Yogyakarta.
Kementrian Kemakmuran sebagai salah satu
dari Kementrian yang ada, pada masa itu pindah berkedudukan di Kota Magelang.
Kepal Bagian Pendidikan dari Pusat Jawatan Perindustrian dan Kerajinan dari
Menteri Kemakmuran adalah Bapak Soekarnen Kertoredjo seorang yang energik dan
berpandangan jauh, timbul inisiatif pada tahun 1947 untuk mendirikan Sekolah
Teknologi Menengah Atas (STMA) dan berkedudukan di kota Magelang.
Beliau yakin bahwa disamping Bangsa
Indonesia berjuang secara fisik untuk menegakkan Kemerdekaan, haruslah pula
difikirkan pembangunan Negara dalam segala lapanga, pandangan beliau telah
sampai pada industrialisasi dan untuk ini maka pendidikan tenaga ahli dalam
lapangan Teknologi sangat diperlukan.
Bila dilihat dari data yang ada pada waktu
itu perhatian masyarakat terhadap berdirinya STMA, cukup besar dan
menggembirakan. Sebagaimana tertulis dalam sejarah perjuangan Negara Republik
Indonesia, pada bulan Desember 1948 Kolonialis Belanda melancarkan aksinya ke
daerah Republik Indonesia sehingga kota Yogyakarta dan Magelang didudukinya.
Selama pendudukan ini STMA terpaksa tidak melaksanakan kegiatan pendidikan
dan pelajaran.
Setelah pertengahan tahun 1949 Pemerintah
Kolonial Belanda meninggalkan seluruh Daerah Yogyakarta sebagai hasil
perundingan dengan Pemerintah R.I. di Kaliurang, yang sangat terkenal
dinamakan Room Royen Statesmen, maka atas desakan para siswa STMA, kurang
lebih akhir tahun 1949 kegiatan STMA dapat dimulai kembali dengan menempati
sebagian ruangan gedung Kementrian Kemakmuran di Balapan Yogyakarta.
Surat Keputusan Pengukuhan berdirinya STMA
adalah seperti tersebut pada Surat Keputusan Menteri Perekonomian tanggal 20
Juli 1954 Nomor 10606 /M. Alangkah sayangnya sebelum mengetahui perkembangan
lebih lanjut, pada tahun 1949 Bapak Soekarnen Kertoredjo meninggal dunia di
kota Magelang. Seluruh keluarga STMA menganggap Bapak Soekarnen sebagai
pendiri dan Bapak STMA.
Untuk selanjutnya cita-cita dari pada Bapak
Soekarnen maka Bapak Soejono Hatmoseputro almarhum yang pada waktu itu
sebagai pejabat Kepala Bagian Pendidikan dari Jawatan Perindustrian
Kementrian Kemakmuran membimbing dan meneruskan tegaknya STMA.
Dikarenakan gedung bekas Kementrian
Kemakmuran di Komplek Balapan Yogyakarta tidak lagi sesuai untuk tempat
pendidikan para siswa, maka pada bulan Juni 1956 STMA dengan resmi pindah ke
gedung baru yang berada di Jalan Kusumanegara No. 1 (sekarang menjadi Jalan
Kusumanegara No. 3) Yogyakarta sampai dengan sekarang.
Sejak berdirinya, murid STMA berasal dari
seluruh Indonesia dan mendapatkan ikatan dinas sampai tahun ajaran 1964/1965.
Dalam masa perjuangan Pembebasan Irian Barat (Trikora), STMA Yogyakarta
termasuk yang pertama menerima putera daerah Irian Barat (Irian Jaya).
Disamping itu SMTI Yogyakarta pada awal integrasi pernah juga menerima siswa
tugas belajar dari Propinsi Timor TImur.
Dengan berakhirnya ikatan dinas serta telah
berdirinya STMA di daerah-daerah maka akhirnya sebagian besar murid dari
Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, sebagian dari Propinsi Jawa
Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur serta sebagian kecil dari luar Jawa.
Pada masa Ikatan Dinas yang siswanya berasal
dari berbagai daerah. Setelah selesai pendidikan selanjutnya kembali ke
daerah masing-masing. Para alumni STMA yang telah bekerja di daerah, merasa
bahwa di daerahnya diperlukan tenaga menengah untuk mengisi perkembangan
pembangunan di daerahnya. Oleh sebab itu di beberapa daerah muncul sekolah
sejenis STMA Yogyakarta.
Pada tanggal 24 Juni 1985 dengan Keputusan
Menteri Perindustrian Nomor 235/M/SK/6/1985, STMA Yogyakarta termasuk sekolah
sejenis yang lain diganti namanya menjadi Sekolah Menengah Teknologi Industri
(SMTI) yang berkedudukan di Yogyakarta, Ujung Pandang, Banda Aceh, Tanjung
Karang, Pontianak, dan Padang.
Lulusan STMA Yogyakarta dari tahun 1951/1952
sampai sekarang penghargaan ijazah/STTB STMA/SMTI adalah sebagai berikut :
1. Dengan Surat Kementrian Pendidikan,
Pengajaran dan Kebudayaan tanggal 9 Maret 1955 No. 1267/B/V dihargai sebagai
Ijazah Negeri Sekolah Menengah Atas Bagian B.
2. Dengan Surat Kementrian Pendidikan,
Pengajaran dan Kebudayaan tanggal 27 April 1955 No. 2155/B/V dihargai sebagai
Ijazah Negeri Sekolah lanjutan Vak Tingkat Atas.
3. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 03/C/I/Kep/79 tanggal 13 Januari 1979 dinilai/dihargai
setingkat dengan Ijazah/STTB SLTA Negeri Kejuruan.
4. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan tanggal 9 Oktober 1987 Nomor 177/C/Kep/87, Ijazah/STTB SMTI
dihargai sama dengan STTB Sekolah Menengah Kejuruan (SMKT) Negeri.
Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI )
Yogyakarta saat ini berusia lebih dari 64 (enam puluh empat) tahun.
Usia yang dapat dibilang dewasa. Selama itu pula telah terjadi estafet
kepemimpinan. Adapun beberapa pimpinan yang telah menduduki jabatan sebagai
Kepala SMTI Yogyakarta adalah sebagai berikut :
1.
Soekarnen
Kertoredjo Tahun 1947 – 1949, beliau sekaligus pendiri STMA
2.
Abuyono,
tahun 1950 – 1952
3.
Amir
Husen Siregar, tahun 1952 – 1953
4.
M.
Soewarto, tahun 1953 -1954
5.
Ir.
M. Busthanim, tahun 1955 – 1974
6.
Ir
.M. Soekmono, tahun 1972 – 1977
7.
Abdullah
Syatari, SH., tahun 1977 – 1983
8.
Hadi
Soenarno, BSc., tahun 1983 – 1986
9.
Ir.
Pietoyo Soekarbowo, tahun 1986 – 1987
10.
Wahidoen
Abdoel Aziz, BSc., tahun 1987 – 1994
11.
B.
Subanto,BA., tahun 1994 – 1999
12.
Dra.
Hj. Surajiyah, MM., tahun 1999 – 2009
13.
Dra.
Tri Ernawati, M.Si., tahun 2009 – sekarang
|
Rabu, 09 Oktober 2013
Eyang Soekarnen
Senin, 08 Desember 2008
Daftar Keluarga dan Tanggal ULTAHNYA
No Nama Tgl Ultah Keterangan
1 Alm. Soekarnen Eyang kakung
2 Alm. Soertinah Soekarnen Eyang Putri
3 Gandhi Soekarnen 2 September 1928 Anak I
4 Ietje Aisah Natadisastra 13 Mei 1944 Menantu
5 Ariangga Gandhi 27 Januari Cucu
6 Biairja Gandhi 19 Januari Cucu
7 Agung Berbudi 7 January 1971 Cucu
Mantu
8 Kinan Rylie Mahardika 5 April 2006 Cicit
9 Rabindranath 8 Desember Anak II
10 Alm. Maria Sitanala Menantu
11 Retno Pujiastutie 14 November Anak
13 Micahel Kakiailatu 10 Juni Menantu
14 Cindi Angelika 1 Febuari Cicit
15 Sandi Marshal 30 April Cicit
16 Rukmini Koesmawardhani 8 Maret Cucu
17 Ryani Dhyan Parashakti 11 April Cucu
18 Roekmadi Pradangga Pati 25 Mei Cucu
19 Mbak…. Cucu Mantu
20 …. Cicit
21 Sarojini Rochyati 3 Mei Anak III
22 Pancoyo Menantu
23 Junianto 25 Juni Cucu
24 Yanti 10 April Cucu Mantu
25 Cinthia 21 September Cicit
26 Citra 16 November Cicit
27 Atit Cucu
28 Priyono Cucu Mantu
29 Kiki Cicit
30 Rachmad Wicaksono 30 Oktoner Cucu
31. Ety Rusilawati 5 Mei Cucu Mantu
32A. Agung Sedayu 27 Juni Cicit
32B, Maulana Muusaaidz 18 November Cicit
32C. Sekar Aulia Rachmawati 4 Juni
Cicit
33 Siti Adimulyani 29 Oktober Anak IV
34 Alm. Abdulah Bode Menantu
35 M. Reza 20 Juni Cucu
36 Wiwiek 22 April Cucu Mantu
37 Banu 27 Januari Cicit
38 Dipta Cicit
39 Rukma 1 Maret Cicit
40 Rina Amperiana 13 September Cucu
41 Adrian Zagia 17 Agustus Cucu Mantu
42 Auditia 17 September Cicit
43 Auliangga 13 April Cicit
44 Audinda 3 Desember Cicit
45 Fauzan Abdulah 27 Mei Cucu
46 Maurina Rangkuti 25 Oktober Cucu Mantu
47 Nadia Fauzan 16 April Cicit
48 Azura 9 Oktober Cicit
49 Rita Fauziana 8 Agustus Cucu
50 Hadi 7 Desember Cucu Mantu
51 Raras 17 Juni Cicit
52 Abi 22 Desember Cicit
53 Firmansyah Abdulah 29 September Cucu
54 Yuningsih 17 Juni Cucu Mantu
55 Aura 29 Juni Cicit
56 Aurel 29 Juni Cicit
57 Ibrahim 28 April Cicit
58 Ismail 10 Juni Cicit
59 Rochayu Sri Kambardinah 12 Oktober Anak V
60 Soedadi 3 Agustus Menantu
61 Sony Danang Caksono 30 July Cucu
62 Novita Cosmorina 4 November Cucu Mantu
63 Grace R Dee Caksono 25 Maret Cicit
65 Dewi Setyabudiati 4 Oktober Cucu
65B Fx Dwi Putranto Bhayangkoro (Dwi) 13 Oktober Cucu Mantu
65C Henrikus Ronaldo Widatama (Aldo) 13 July Cicit
65D Bonaventura Calvin Raditya 22 July Cicit
66 Agung Prasetyo 1 Agustus Cucu
67 Asti 12 Agustus Cucu Mantu
68 Yehezkiel Christian Prasetyo (Kiki) 9 September Cicit
69 Eunike Kezia Anandartia Prasetyo (Keke) 10 Agustus Cicit
69B Nathanael Deanadhika Prasetyo (Kaka) 2 September Cicit
70 Merdekawati 16 September Anak VI
71 Haryoto kusnoputranto 30 September Menantu
72 Hapsara Mahardhika (Dicky) 10 Mei Cucu
73 Asri Dewi Padmasari (Asri) 25 February Cucu Mantu
74 Daffaras Arfan Mahardhika (Daffa) 6 Januari Cicit
74B Davinia Arisha Mahardhika (Risha) 10 Mei Cicit
75 Harmantya Mahadhipta (Dhipta) 23 Mei Cucu
76 Prita Widya Putri 5 Oktober Cucu Mantu
77 Handika Mahaputra (Dika) 14 Agustus Cucu
78 Triana Endriastika (Tika) 10 Januari Cucu Mantu
78B Aleesya Azzahra Mahaputra (Alsya) 8 Juni Cicit
78C Aisyah Hasanah Mahaputra (Aisyah) 18 September Cicit
78D Aminah Humaira Mahaputra (Aminah) 27 Oktober cicit
79 Kusumaningsih Dewi Parintis 31 Desember Anak VII
78 Untung Suryanto 15 April Menantu
79 Ruben Suryanto 20 November Cucu
80 Helen 7 Januari Cucu Mantu
81 Jesselyn Cicit
82 Paskah Cicit````````````````````````````````````````````````````````````
83 Lia Suryanto 19 Maret Cucu
84 Andre Rumeser Cucu Mantu
85 Alexandra Rumeser Cicit
86 Astrid D Suryanto 7 Februari Cucu